new year

aku pernah…

tahun baru di rumah saja, sambil menonton tv lalu tertidur pulas..

aku pernah.

tahun baru diluar rumah, pergi ke rumah teman, lalu berkumpul rame-rame bersama sahabat terdekat. senang sekali…

aku pernah.

tahun baru di simpang lima semarang, dekat dari lawang sewu, kembang api bertebaran saat itu, indah sekali…

aku pernah.

tahun baru didaerah terpencil di sebuah desa yang bernama ngantang, dingin dan sepi disana. kembang api pun hanya sedikit terlihat,  waktu itu saya murung sekali, tapi tak mengapa, disana ada sebuah danau yang menenangkan.

aku pernah.

tahun baru di McDonalds, saat itu menuju tahun 2011. sambil menyeruput milo dan menyantap cheese burger, terus, menitikkan air mata. lalu melangkah keluar, hanya untuk melihat kembang api ditengah kota. saat itu hati sedang buyar…

saat itu musimnya saya menangis berbulan-bulan karena ditinggalkan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

—————————

menuju tahun 2012.

aku dan keluarga serta orang-orang kantor mengadakan pesta kecil-kecilan membakar jagung dan sate, karaoke beramai-ramai, menghidupkan percon dan kembang api. disuatu daerah dipalembang yang sepi dan jauh dari tengah kota. standar memang.

tapi..saya..

bersama pacar., saling menggenggam tangan sambil melihat keatas langit penuh kembang api.

lengkap sudah hidupku dikelilingi orang yang menyayangiku.

Selamat Tahun Baru, 2012, semoga menjadi berkah bagi kita semua, semoga menjadi insan yang berbahagia dan selalu bersyukur.

dan satu lagi deh, semoga saya cepet lulus kuliah. hehehe

buat semua blogger dan teman-teman, selamat tahun baru ya! *hug*

nb : kakak saya yang cowok bakal nikah juni ini. truss.. mungkin saya bakal skripsi.. truuss.. happy birthday saliza safta assiti! truss… pokoknya tahun ini harus jadi tahun yang cantik dehhh. *apeeuh


her.

semalam aku memimpikan dia.

perempuan yang mengambilmu dari sisiku.

aku bertemu dengannya selayaknya seorang teman. disebuah rumah, yang teduh. sungguh aku ingat detilnya, dindingnya banyak terbuat dari kayu, lantainya masih semen licin, seperti rumah-rumah jaman dulu.

aku ingat perawakannya, aku ingat bagaimana perempuan itu berbicara denganku, aku ingat tingginya tak setinggi tubuhku, aku ingat parasnya yang lucu, aku ingat rambutnya yang agak bergelombang, badannya yang berisi, tangannya yang bergerak pelan selayaknya wanita feminin. dan aku ingat caranya menatapku.

seandainya hatiku busuk-pun sumpah mati sudah kucaci-maki dia. tapi aku hanya diam, hinaan tak ada yang keluar dari mulutku.

aku memandanginya dengan senyum. lalu kami berdua berbasa-basi menuju ke suatu ruangan, disana aku dan dia duduk berhadapan.

dia menatapku, dan bercakap-cakap sangat intens seperti sudah bersahabat selama bertahun-tahun. lalu kubilang,

“kau tau? sebulan sesudah kalian jadian dia masih merindukanku. dia masih mencium pipiku dan peluknya pun tak berubah, dia masih merindukanku”

lalu tatapannya yang ramah berubah menjadi tanpa ekspresi, seperti aku telah mengobrak-abrik hidupnya, aku memegang tangannya untuk memberinya pengertian..

kemudian lelaki itu datang, lelaki yang dulu selalu berjuang demi aku.

lelaki itu menatapku dengan marah. lalu memegang tangan perempuan itu, dan pergi.

aku ditinggal sendiri.

 

aku bangun, dari mimpi aneh itu. semuanya terasa seperti nyata.

lalu aku berfikir, ‘buat apa aku beritahukan tentang semua itu? aku tidak ingin mengganggu mereka.’

lalu kubodoh-bodohi diriku sendiri.

 


happy pipe

hari ini pergi rame-rame. bisalah disebut triple date. chani-nining rio-vidy and me with pacar. yes, three couple. hahaha

rencana untuk pergi ke amanzi waterfun untuk pertama kalinya akhirnya kesampean di hari natal ini. btw, amanzi waterfun ini baru buka di palembang di area citra grand city (yg notabene dsitu areanya kalangan elit palembang) yang dibangun oleh ciputra group. wajar daerah ini bakal berkembang pesat.

klo dari rumahku sih nih daerah deket. naek ojek paling sampe cuma bayar berapa.hahahaha. pokoknya ini tempat lumayan seru, apalagi nyobain waterslide-nya, yahh… jangan dibandingin sama waterboom sama snowbay yang di jakarta dan kota besar lainnya lah ya.

akhirnya kita berenam bersenang-senang sampe badan capek dan himpit-himpitan dalam satu mobil untuk berangkat kesana. kenapa enak sama pacar? karena kan pelampungnya bisa berdua, and i sit like a princess dan si pacar dorongin pelampung.hahahaha

seluruh wahana dicobain, dan yang paling gak disenengin itu perosotan lurus yang tinggi ituh (ga ada gambarnya, pokoknya bukan yang bentuknya pipe ginih) pada saat meluncur kebawah dan sampe diujung, airnya ituh.. kata orang palembang ‘ngentak palak’ sampe pusing, mungkin aku yang salah posisi atau wahananya yg serem. dan wahana yang paling asik itu waterslide-bowl-nya, nyobain ampe tiga kali.

menghabiskan waktu disini lumayan lama, ampe jari tangan berkerut-kerut dan kedinginan barulah kita keluar. dengan rasa lapar tentunya. berujung pada wisata kuliner di pindang musi terus beli harumanis.

oia, gambar ini diambil dari sini


terbang

pacar : “iya, waktu itu kan pas ada upacara pagi, ada seorang temen yang ngeliat kuntilanak diatas sekret. sambil ngeliatin dia”

saya : “hoo.. trus trus… temen kamu gimana?”

pacar : “trus temen langsung pingsan trus kesurupan, katanya sih kuntilanaknya datengin dia gitu”

saya : “ohh…. trus kakatua-nya gimana?”

pacar : “ho??? kakaktua?”

saya : “eh.. maksudku kuntilanak”

pacar : ……

 


mad monday

hari ini badan sakit semua. ada seseorang yang mendorong saya sampe jatoh.

kepala sakit, kaki bekas tulang bergeser beberapa bulan yg lalu kena lagi pas disitu. dan yang pasti pantat.

habis itu lanjot deh kuliah seperti tak terjadi apa-apa. hahahahaha

i’m not sick of this life, this is life, right?

anyway, thanks for my brother who knows me very well while i’m sad.  dengan mengirimkan sms sore-sore jam lima

“eh, pulang, jemput aku, kita keluar yok”

yak, dan kuliah sampe jam 8 malam itu saya tinggalkan.

 

 

 


paul-joanne

actually, i like all happy couple on this earth. i’m about envy to all those happiness stuff.


look at this Paul newman and Joanne woodward. very sweet :) hihihi

inih salah satunya yang aku suka, wajah joanne woodward di pelukannya ituloh.. feels like very comfortable..nguk nguk. :3

Paul Newman and Joanne Woodward nikah bulan Januari tahun 1958 di Las Vegas, and there are so many delightful photos of them together that seem to explain how they stayed happily married for 50 years. :) pengen kayak gini.

kalo mau liat foto-foto lainnya ada disini , oia, blog ini juga banyak interior-interior lucu atau yang berbau-bau pernikahan gitu.
ga sengaja aja keliat foto ini, pengen direpost biar kesimpen. hihi
selain itu kalo mau nyari blog tentang interior wedding diy ada di ruffledblog.com , ini website favorit saya juga. pengen deh rasanya nyimpen semua gambar-gambar disitu.


teduh

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

kita bersama.

di kotaku. yang panas terik ini.

tak banyak yang penting didalamnya, bertamasya atau bersenang-senang.

lupakanlah. tak ada yang penting disini.

empat-puluh-delapan-jam akan habis kita telusuri.

ini kotaku, kota kita.

 

tempat kamu dan aku berayun dibawah awan-awannya,

tempat aspal wadah jejak kaki kita bersama, telusuri tiap-tiapnya.

tempat kita tergelak tertawa terbahak-bahak, dihembusan dedaunan

pohon rumahmu.

 

kota kita.

tempat suasana terhempas tak lagi indah.

saat hatimu tak lagi disini.


ragu

aku adalah sebuah keraguan,

yang sejak dulu kau utarakan.

kau memilih dan memilah,

lalu memilih aku. yang tidak terjamah.

 

aku adalah sebuah keraguan,

yang cintanya selalu kamu pertanyakan

dan kau anggap gurauan.

lalu tangisan berserakan.

 

aku adalah sebuah keraguan,

yang baru kau buang,

dengan caci meracau,

dan hidupku kacau.

 

aku adalah sebuah keraguan,

yang baru kau sadari,

bahwa aku tetap disini

sembari menatapi diri.

 

masih. tanpa keraguan


lo lee ta

Lolita, light of my life, fire of my loins. My sin, my soul. Lo-lee-ta: the tip of the
tongue taking a trip of three steps down the palate to tap, at three, on the teeth. Lo.
Lee. Ta. She was Lo, plain Lo, in the morning, standing four feet ten in one sock. She
was Lola in slacks. She was Dolly at school. She was Dolores on the dotted line. But
in my arms she was always Lolita. Did she have a precursor? She did, indeed she
did. In point of fact, there might have been no Lolita at all had I not loved, one
summer, a certain initial girl-child. In a princedom by the sea. Oh when? About as
many years before Lolita was born as my age was that summer. You can always
count on a murderer for a fancy prose style. Ladies and gentlemen of the jury,
exhibit number one is what the seraphs, the misinformed, simple, noble-winged
seraphs, envied. Look at this tangle of thorns.

 

-vladimir nabokov


embah

saya punya seorang nenek. saya panggil ‘mbah’, beliau adalah ibu dari ibu saya. dulu, ketika saya masih kecil ibu dan bapak sibuk mencari duit untuk makan kami, jadi saya dan kakak-kakak saya suka dititipkan sama mbah.

embah ini telaten sekali mengurusi saya, kadang ketika menyuapi nasi, saya perhatikan embah mengambil nasi dari sendoknya rapi sekali, seperti dicetak bulat padat seisi sendok makan, lokasi makannya kadang seenaknya saya, kadang saya minta disuapi dijemuran, kadang saya makannya sambil kejar-kejaran kesana kemari, kadang saya makannya di taman yang jauhnya setengah kilo dari rumah.

“nana mau makan apa?” (sambil membuka tudung saji dan memperlihatkan lauk-lauknya)

“ituh..pohon..” (nunjuk-nunjuk ke sayur brokoli)

“lauknya apa?”

“ituh tuh.. hiu.. ” (nunjuk ke ikan goreng)

dan tralala.. saya berlarian kesana kemari dan embah mengikuti kemana saya pergi cuma buat saya makan.

suatu hari saya ingat ketika saya baru masuk taman kanak-kanak. embah datang mengantar saya, menggenggam tangan dan berjalan masuk ke sekolah itu, terus diantarkan ke guru kelas, bagi saya saat itu guru adalah makhluk yang menakutkan, dan saya gak mau belajar, saya maunya main seharian aja.

tibalah saatnya jadwal istirahat, bel sekolah berbunyi, teloletlolet… *sori ya, bunyinya jadi absurd gini klo saya tulis.hahaha*

saya berlarian keluar, mencari mana yang bisa dinaiki (tentu saja ini bukan menaiki kepala orang), saya berjalan ke tempat bermain, disitu banyak sekali mainan ada rumah jamur, ada jungkat jungkit, ada apa ituh yang bisa dinaekin trus muter-muter, terus ada patung kudanil mangap juga, disebelahnya ada besi-besi berwarna-warni seperti tangga naik atau bisa dibuat gelantungan, tapi saya muter-muter, gak tertarik.

tibalah saya didepan perosotan. saya langsung pengen naek. tapi ada anak gendut besar menghadang saya. dia bergaya seperti “cuma aku bos disini.aku yang punya prosotan ini” tapi aku tetep aja mau naek, eh dianya ndorong aku. akunya merengut. terus pergi kedepan kelas.

nyari embah. trus nunjukkin tampang manyun (sumpah bibir saya dimonyongin to the max, kalo orang jawa bilangnya ‘nesuu puol’)

“kenapa? kok gak maen?”

“ituh. ada anak jahat. aku gak dibolehin naek prosotan”

dang!!! tegaklah si embah dari tempat duduknya!! *ini dengan backsound musik indonesia raya* mbah berjalan ke prosotan itu mencari si anak kingkong itu. lalu memarahi anak itu.

dan tralala… saya maen perosotan sesuka hati.

pokoknya embah saya top banget dah, embah saya tempat paling enak buat manja-manjaan, embah saya partner terbaik buat nonton tipi, embah saya itu teman tidur yang paling setia.

lama-lama saya mulai gede. sekitaran 5 tahun. *iye iye gede dikit*

mbah bilang katanya mau pulang ke rumahnya yang di kediri-jatim, yasudah, ibu bapak saya mengantar embah ke kediri. pada masa-masa itu saya nggak bisa tidur gak ada embah, nangis aja mulu kerjaannya kalo malem (red:saya memang anak yang nyebelin) tapi kalo bapak saya udah pusing, bapak saya langsung nelpon embah buat ngomong sama saya. trus tenang trus tidur deh.

cinta saya LDR sama embah.

tiba suatu hari, saya lagi main di depan tv, ibu saya sedang mengobrol sama embah di telpon.

“na.. ini embah mau ngomong sama kamu, kepengen banget ngomong sama kamu katanya..” (nyodorin telpon)

“gak mau ah” (nerusin maen)

besoknya embah meninggal. waktu itu umur saya 5 tahun. saya nggak tau arti “meninggal” itu apa. tiba-tiba saja semua orang rumah berkemas. ibu saya menangis tak henti-henti di bandara. saya cuma diem. saya nggak tau waktu itu ada apa.

lalu mobil membawa kami ke sebuah pemakaman, orang-orang berkumpul melihat jazad beliau dikubur, ibu masih nangis. saat orang-orang menutupi liang itu dengan tanah, saya menggenggam erat tangan bapak dan tangan kakak saya.

sambil nanya, “itu siapa?”

lalu kakak saya bilang, “itu embah, na..”

saya jawab, “oohh…” (tanpa ekspresi)

saya nggak tau apa itu meninggal. yang jelas setelah itu, saya tau embah menghilang. kadang saya suka nanya sama ibu “embah mana?”

saya baru merasakan ketika saya tau kalau beliau benar-benar hilang.

ketika saya sudah besar, bertambah besar… saya menyesal sekali. mengapa dulu tidak mengangkat telfon dari embah. mengapa saya malah sibuk main. saya tak memberikan embah kesempatan untuk ngomong yang terakhir kalinya. kalo inget ini, jadi sedih sendiri.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

tapi nggapapa kok ya mbah, suatu hari kita pasti bisa ketemu.

“nana mau makan apa?”

“itu tuh… pohon… “

 

 

- #15harimenulisblog #5 #hilang @nanahapsari


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.