darker than black
Februari 2, 2009 at 3:36 pm | In iseng | 10 CommentsTags: ga jelas, puisi, syair
Bunga melati yang terlahir hitam
Menyapu putih dan merindukan matahari
Pohon tinggi yang meneduhkan
Berdiri gagah menghalau badai
Namun sampai kapan sang pohon kan menerima
Bahwa melati ini tak akan pernah menjadi putih…?
“apapun warna kelopakmu melati..
Engkau tak lain-
-adalah bunga dengan rona kebaikan yang tulus,
Dan tak akan luntur oleh bilasan air hujan…
& Komentar »
RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik
Tinggalkan komentar
Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.




setuju hitam selalu mungkin untuk bertingkah sehebat putih… keyeennnn
senoaji
Komentar oleh senoaji — Februari 2, 2009 #
Rose are red, Violet are blue, and melati are black…
rotten black
*loh?!*
Komentar oleh Eru — Februari 3, 2009 #
“apapun warna kelopakmu melati..
Engkau tak lain-
-adalah bunga dengan rona kebaikan yang tulus,
Dan tak akan luntur oleh bilasan air hujan… –> kecuali di wantex yah ? hiihihihihihi (halah..jayus gw)
Komentar oleh frozenmenye2 — Februari 3, 2009 #
wadddduuuhhh…. banyak lyric lagu yang musti berubah nih, gara2 ada melati terlahir hitam… heheheh…
kangen juga lama g kesini…
Komentar oleh kidungjingga — Februari 4, 2009 #
nice poem..
Komentar oleh thegands — Februari 4, 2009 #
Indahnya bunga itu karna harumnya, bkn karna rupanya. Bener gak seh..
Komentar oleh jiwakelana — Februari 6, 2009 #
sekarang melati bukan lagi untuk marvel. tetapi melati itu untuk nana. tapi sayangnya, mengapa ia terlahir hitam?
Komentar oleh ahsinmuslim — Februari 7, 2009 #
darker than black bukannya judul kartun channel animax ya?
setauku sih…
Komentar oleh rian adhivira — Februari 8, 2009 #
Biar hitam yang penting melati . . .
Biar kaya yang penting keren, ha ha …
Komentar oleh Bellar — Februari 16, 2009 #
wow! keren euy ^^
.
tapi kurasa, tak ada yg dapat menyamarkan bau khas melati,
ya.. apapun warnanya melati tetaplah melati.
.
salam kenal ya mbak..
Komentar oleh Lumiere — Februari 19, 2009 #